Inovasi Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model PjBL Berbantuan Platform Teknologi

Table of Contents
Tingkat inovasi dalam pendidikan semakin berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi. Salah satu terobosan terpenting dalam hal ini adalah pemanfaatan platform teknologi dalam pembelajaran. Dalam blog ini, saya akan berbagi praktik baik mengenai inovasi pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan metode STAR: "Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Project Based Learning Bersama MPI, Quizizz, Google Forms, dan WoN (Wheels of Names).

Situasi:

Situasinya adalah dalam kelas di mana beragam peserta didik dengan minat belajar yang berbeda-beda menghadiri pelajaran yang sama. Beberapa dari mereka lebih suka memahami konsep melalui video, gambar, audio, dan bahkan bermain game. Tantangan yang dihadapi dalam situasi ini adalah bagaimana menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif dan menarik bagi semua peserta didik, sambil memanfaatkan dengan maksimal aset yang ada di sekolah dan berbagai platform teknologi yang tersedia.

Tantangan:

Kita sering dihadapkan pada sejumlah tantangan yang memerlukan pemecahan kreatif agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik bagi semua peserta didik. Ada beberapa tantangan yang saya hadapi selama melaksanakan praktik ini, diantaranya:

  • Beragam Minat Belajar Peserta Didik: Setiap peserta didik memiliki minat belajar yang unik, yang bisa sangat beragam. Ada yang lebih suka belajar melalui video, gambar, musik/audio dan game, sementara yang lain lebih nyaman dengan  praktik langsung. Menyatukan beragam minat ini menjadi pengalaman pembelajaran yang memadai adalah tantangan besar.

  • Peserta didik Mahir dalam Bermain Game di Gawai: Banyak peserta didik saat ini adalah jago dalam bermain game di perangkat gawai mereka. Namun, diluar dari konteks pembelajaran.

  • Adaptasi dengan Laptop/Chromebook: Untuk sebagian peserta didik, penggunaan laptop atau Chromebook mungkin adalah pengalaman yang baru. Mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perangkat ini agar dapat memanfaatkannya secara optimal dalam proses pembelajaran.

  • Penggunaan Model dan Strategi Pembelajaran yang Sesuai: Setiap peserta didik memiliki gaya dan kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Tantangan bagi pendidik adalah bagaimana memilih dan menerapkan model serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik.

Aksi:

Menghadapi tantangan-tantangan langkah-langkah tindakan yang kuat untuk memastikan setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Berikut adalah tindakan yang diambil untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut:

  • Membuat Keyakinan Kelas: Tindakan pertama adalah membangun keyakinan dan semangat dalam kelas. Ini dimulai dengan menciptakan lingkungan yang positif, di mana setiap peserta didik merasa didukung, diterima, dan berharga. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong kolaborasi dan partisipasi aktif.
  • Melakukan Asesmen Awal: Sebelum merancang pembelajaran kepada peserta didik, terlebih dahulu saya melakukan asesmen awal. Agar saya mendapatkan data asesmen diagnostik non-kognitif dan asesmen diagnostik kognitif, disini saya memanfaatkan platform teknologi yaitu aplikasi Google Formulir. Berikut ini hasil analisis asesmen awal:



( Link hasil pemetaan: Asesmen diagnostik ) 
  • Menentukan Strategi Pembelajaran: Dalam upaya saya untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik, saya memutuskan untuk menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan Model Project Based Learning (PjBL). Keputusan ini juga sangat sejalan dengan pendekatan kurikulum merdeka yang telah diterapkan di sekolah kami pada tahun ini. Model PjBL memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam pembelajaran melalui proyek nyata yang mereka kerjakan dalam kelompok. Model PjBL ini menekankan kolaborasi dan eksplorasi, memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk memilih pendekatan pembelajaran yang paling sesuai dengan minat dan gaya belajar mereka. Dalam konteks kurikulum merdeka, ini tidak hanya merupakan metode pembelajaran yang efektif tetapi juga mencerminkan semangat dan esensi dari kurikulum tersebut. Dengan demikian, peserta didik kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah, sambil menjalani pengalaman belajar yang bermakna.
  • Mendesain Pembelajaran Menarik dan Menyenangkan:Untuk menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, kami mengintegrasikan berbagai elemen, termasuk video, gambar, audio, dan permainan yang relevan. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang mereka nikmati. Berikut ini hasil karya saya yang saya unggah di bukti karya PMM yaitu MPI (Media Pembelajaran Interaktif) dan modul ajar:

Link Bukti Karya MPI di PMM: 

  • Menyediakan Sarana Prasarana: Persiapan juga termasuk penyediaan sarana prasarana yang diperlukan. Saya memastikan bahwa sekolah memiliki akses ke perangkat teknologi yang diperlukan dan sumber daya pembelajaran yang relevan. Ini membantu peserta didik untuk mengatasi tantangan beradaptasi dengan perangkat teknologi.
  • Menambah pembelajaran sosial-emosional (PSE) dalam pembelajaran: Mengintegrasikan pembelajaran sosial-emosional (PSE) menjadi bagian penting dari pengalaman pembelajaran kami. Dalam upaya untuk lebih memahami dan mendukung kesejahteraan peserta didik, saya telah memasukkan berbagai elemen PSE dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pertama, saya memulai dengan menciptakan kesempatan bagi peserta didik untuk merasakan dan menyatakan perasaan mereka sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran. Saya juga menggunakan video motivasi untuk menginspirasi siswa. Video ini tidak hanya membantu mereka memahami nilai dari apa yang dipelajari, tetapi juga merangsang motivasi mereka untuk belajar dengan semangat dan tekad yang tinggi. Selain itu, teknik STOP juga menjadi bagian penting dalam pendekatan PSE ini. untuk melatih siswa dalam teknik bernafas yang membantu mereka mengelola emosional dan meningkatkan fokus. Kemampuan ini sangat berharga, terutama dalam menghadapi tekanan belajar dan situasi yang memerlukan konsentrasi.
  • Evaluasi dan Refleksi: Dalam rangka mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran, saya telah memilih untuk menggunakan aplikasi Quizizz sebagai alat evaluasi. Dengan pendekatan yang inovatif, kami memberikan soal evaluasi melalui mode kertas QR. Proses evaluasi dimulai dengan memproyeksikan soal-soal dari Quizizz di layar infokus. Kemudian, setiap peserta didik diberikan kertas dengan kode QR yang sesuai. Mereka dapat menggunakan untuk memindai kode QR yang sesuai dengan jawaban soal yang ditampilkan di layar. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjawab soal dengan nyaman dan cepat. Setelah evaluasi selesai, kami memberikan waktu untuk refleksi diri kepada peserta didik. Mereka diberikan kesempatan untuk mempertimbangkan jawaban mereka, mengidentifikasi area yang mungkin memerlukan perbaikan, dan menyusun rencana untuk meningkatkan pemahaman mereka. Proses refleksi ini mendorong kesadaran diri dan tanggung jawab dalam proses belajar. Selanjutnya, saya sebagai pendidik juga melakukan refleksi terhadap hasil evaluasi. Saya mengevaluasi hasil secara holistik untuk memahami sejauh mana materi telah dipahami dan mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil untuk membantu peserta didik yang memerlukan bantuan tambahan.



Refleksi:

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang telah dilakukan:

  • Semua peserta didik antusias dan terlibat aktif mengikuti proses pembelajaran
  • Senang dengan pembelajaran berbasis TIK dan ingin mempelajari lebih lanjut

Berikut ini video praktik baik saya:


Berikut link bukti karya praktik baik yang saya unggah di PMM, Sahabat bisa berikan umpan balik kepada saya: https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/438477 

Kesimpulan yang dapat saya adalah bahwa pembelajaran berbasis TIK tidak hanya efektif, tetapi juga memotivasi peserta didik kami untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dengan semangat ini, mereka ingin terus belajar dan menjelajahi lebih banyak materi berbasis TIK di masa depan. Ini adalah keberhasilan yang memotivasi kami sebagai pendidik untuk terus berinovasi dan memberikan pengalaman pembelajaran terbaik bagi peserta didik kami.

Demikian praktik baik inovasi pembelajaran berbasis TIK sebagai Sahabat Teknologi Sulawesi Tengah tahun 2023. Semoga bermanfaat dan Jangan Lupa bahagia.

Mari “Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar”.

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar


Sulaiman Tolis
Sulaiman Tolis Teacher, Trainer, Youtuber

Post a Comment