Desiminasi - Berbagi Praktik Baik Bersama Komunitas Belajar SDN 2 Buga
Table of Contents
Praktik baik seorang guru adalah pengetahuan berharga yang timbul dari pengalaman nyata dalam pembelajaran. Ini melibatkan berbagai kegiatan yang memiliki dampak positif pada perkembangan siswa. Pengalaman seperti ini harus menjadi sumber inspirasi yang dapat dibagikan kepada rekan-rekan guru, mendorong mereka untuk terus berinovasi dalam menjalankan tugas mereka dengan dedikasi. Salah satu contoh praktik baik yang pernah saya terapkan dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan siswa adalah penerapan Pembelajaran berdiferensiasi dengan Model Project-Based Learning yang didukung oleh platform teknologi.
Project based learning (PjBL) adalah Model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) adalah suatu model pembelajaran inovatif yang menerapkan berbagai strategi yang mengarah pada peningkatan keterampilan abad 21 yaitu keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif. Model ini menekankan pada belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks dalam bentuk proyek-proyek. Hal ini sejalan dengan pendapat (Thomas, 2000:1) bahwa Project based learning adalah model pembelajaran yang mengorganisasi kelas dalam sebuah proyek. Proyek yang dihasilkan diharapkan berkualitas, otentik karya peserta didik. Proyek-proyek akan menstimulasi peserta didik untuk berperan aktif sebagai pemecah masalah, pengambil keputusan, peneliti, dan pembuat dokumen.
Para ahli boleh saja memiliki penafsiran arti yang berbeda-beda, namun inti dasarnya tetap sama. Project based learning adalah model pembelajaran berupa tugas nyata seperti kerja proyek, berkelompok, dan mendalam untuk mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Adapun sintak model pembelajaran project based learning adalah sebagai berikut: langkah 1: Menentukan pertanyaan mendasar; langkah 2: Menyusun desain perencanaan proyek; langkah 3: Membuat jadwal aktivitas; langkah 4: Melakukan monitor pada perkembangan kinerja peserta didik; langkah 5: Menguji hasil kinerja peserta didik; langkah 6: Mengevaluasi pengalaman.
Dari uraian tersebut, Project Based Learning adalah metode pembelajaran yang melibatkan siswa dalam eksplorasi mandiri, penemuan, dan penerapan pengetahuan melalui proyek yang relevan dengan kehidupan nyata atau situasi masalah yang kompleks. Bagaimana penerapannya dalam pembelajaran terdiferensiasi?
Penerapan Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain:
- Tentukan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan standar kurikulum dan dapat diukur.
- Pilih topik proyek yang relevan dan menarik bagi peserta didik.
- Kenali kebutuhan belajar peserta didik melalui asesmen awal atau observasi individu.
- Desain tugas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik.
- Sediakan panduan dan sumber daya yang jelas kepada siswa mengenai tujuan proyek, ekspektasi, dan penilaian.
- Berikan dukungan dan bimbingan kepada peserta didik selama proyek berlangsung.
- Evaluasi proyek berdasarkan kebutuhan peserta didik.
- Ajak peserta didik untuk merefleksikan pengalaman mereka selama proyek dan membuat pemetaan pembelajaran
Dalam pembelajaran terdiferensiasi dengan PjBL, penggunaan sumber belajar digital dapat memberikan nilai tambah. Beberapa cara memanfaatkan sumber belajar digital adalah:
- Menggunakan sumber belajar digital yang beragam, seperti video, simulasi interaktif, dan tutorial online.
- Menggunakan sumber belajar digital untuk pengayaan materi bagi peserta didik yang memiliki pemahaman lebih maju atau minat khusus.
- Memberikan tugas yang berbeda sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik menggunakan sumber belajar digital.
- Memfasilitasi kolaborasi antara siswa melalui platform teknologi.
- Memanfaatkan fitur umpan balik dan pemantauan pada sumber belajar digital untuk melacak kemajuan siswa.
- Mendorong kreativitas dan ekspresi peserta didik dengan menggunakan sumber belajar digital yang memungkinkan pembuatan konten.
- Memastikan aksesibilitas dan inklusi bagi siswa dengan kebutuhan belajar khusus melalui sumber belajar digital yang disesuaikan.
Dengan memanfaatkan sumber belajar digital dalam PjBL, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar individu siswa, memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda, dan meningkatkan efektivitas pembelajaran terdiferensiasi.
Pengalaman berharga dari praktik baik saya adalah berkah yang ingin saya sebarkan kepada rekan guru di tempat saya bertugas, yakni SD Negeri 2 Buga yang memiliki enam guru. Pada tanggal 14 Oktober 2023, kami berkumpul di ruang perpustakaan SD Negeri 2 Buga, Desa Buga, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli. Acara dibuka oleh Ibu Sarina, S.Pd, yang sangat mendukung kegiatan ini sebagai sumber inspirasi bagi guru lain dalam upaya terus berinovasi dalam pembelajaran.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan praktik baik melalui video yang menggambarkan penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dengan Model Project-Based Learning (PjBL), dengan bantuan aplikasi MPI, Google Formulir, Quizizz, dan Wheels of Names. Para guru dengan antusias mengikuti presentasi video ini, karena ini adalah kali pertama mereka berkesempatan untuk berbagi praktik baik antar sesama guru.
Saya tidak lupa untuk menjelaskan pentingnya asesmen awal sebelum memulai proses pembelajaran, karena asesmen awal adalah kunci keberhasilan dalam pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, saya merincikan tahapan atau sintaks dari model pembelajaran PjBL, yang mungkin belum familiar bagi sebagian guru, terutama dalam konteks pemanfaatan platform teknologi.
Diakhir para guru dijelaskan cara membagi praktik baik yang pernah atau akan dilakukan selanjutnya. fitur "bukti karya" di Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai wadah yang tepat untuk saling berbagi pengalaman di dalamnya.. Untuk berbagi video, saya memberikan panduan kepada rekan guru untuk membuat channel Youtube, karena untuk berbagi video di PMM, video tersebut harus terhubung dengan channel Youtube sehingga video yang ada di Youtube bisa secara otomatis diunggah ke "bukti karya."
Melalui kegiatan berbagi praktik seperti ini, saya berupaya memperkaya ekosistem digital di lingkungan pendidikan, khususnya di SD Negeri 2 Buga. saya yakin bahwa guru yang produktif adalah guru yang selalu berinovasi, dan kami berkomitmen untuk terus berbagi dan belajar bersama demi perkembangan pendidikan yang lebih baik.
Berikut ini video dan blog praktik baik saya:
Link Video praktik baik saya di PMM: klik lihat
Link blog praktik baik saya: klik lihat
Demikian berbagi praktik baik inovasi pembelajaran berbasis TIK sebagai Sahabat Teknologi Sulawesi Tengah tahun 2023. Semoga bermanfaat dan Jangan Lupa bahagia.
Mari “Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar”.
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar
Sumber:
Thomas, J.W. A Review of Research on Project Based Learning. California : The Autodesk Foundation, 2000.




Post a Comment